Inilah Ulasan Sains Tentang Bagaimana Kehidupan Homo Sapiens

Inilah Ulasan Sains Tentang Bagaimana Kehidupan Homo Sapiens

Inilah Ulasan Sains Tentang Bagaimana Kehidupan Homo Sapiens – Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens, sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi yang, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup.

Dalam mitos, mereka juga sering kali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan  lembaga  untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan. Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya.

Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai  putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita. Menurut data-data yang didapatkan dari Livechat Live22 Indonesia fosil, peninggalan sejarah, dan semua artefak purba yang tersebar di seluruh dunia, manusia purba dan kerabat-kerabatnya dinyatakan oleh sains memang pernah ada dan mengalami evolusi di alam secara perlahan. Jika mesin waktu itu ada, mungkin para ilmuwan tak perlu bersusah payah dalam memperkirakan bagaimana kehidupan purba itu berlangsung.

1. Manusia purba sudah memiliki kehidupan yang kompleks
5 Ulasan Sains: Bagaimana Kehidupan Homo Sapiens dan Penyebarannya?

Mungkin banyak orang akan mengira jika manusia purba hanya memiliki kehidupan yang sangat sederhana. Sebaliknya, manusia purba dan bahkan kerabat-kerabatnya diyakini telah memiliki kehidupan yang kompleks, layaknya manusia modern.

Namun, tentu saja peralatan dan perkakas yang digunakan kala itu masih sangat sederhana. Laman sains Human Origins menerangkan bahwa kehidupan kompleks manusia purba sudah dipraktikkan pada 2,6 juta tahun lalu. Mereka sudah sangat paham bagaimana mereka berburu secara sosial, mengumpulkan makanan, dan membangun sebuah tempat tinggal yang nyaman untuk mereka tinggali. Dan Juga, mereka juga sangat cerdas. Jangan salah, kemampuan berpikir pada manusia purba dan kerabatnya bisa dikatakan yang paling maju di antara semua primata yang pernah hidup di muka Bumi.

Bahkan, manusia purba sudah tahu bagaimana menyembelih hewan dengan baik sejak 2 juta tahun yang lalu. Perkakas-perkakas tajam dibuat dari batu yang diasah. Beberapa perkakas juga dikirim ke luar daerah dan ini mengindikasikan sebagai sebuah tonggak awal terjadinya transaksi jual-beli.

Beberapa bukti yang didapatkan oleh ahli sejarah dan arkeolog menyimpulkan bahwa jenis perkakas batu tiap-tiap daerah memiliki jenis dan bentuk yang berbeda-beda.

2. Homo sapiens memiliki kerabat terdekat yang dianggap sama-sama manusia
5 Ulasan Sains: Bagaimana Kehidupan Homo Sapiens dan Penyebarannya?

Manusia purba bukan hanya homo sapiens saja. Beberapa kerabat dari homo sapiens adalah homo habilis, homo erectus, homo rhodesiensis, homo heidelbergensis, dan lain sebagainya.

Namun, tentu saja yang paling mirip dengan homo sapiens adalah neanderthal. Neanderthal atau homo neanderthalensis adalah kerabat terdekat manusia modern dan juga sama-sama memiliki kehidupan sosial yang sangat kompleks.

Natural History Museum dalam lamannya mencatat bahwa kelompok neanderthal pernah hidup sekitar 400 ribu tahun lalu. Keberadaan mereka tersebar di semenanjung Eropa dan Asia Tengah. Meskipun memiliki ciri fisik yang lebih kecil dibandingkan dengan homo sapiens, manusia purba neanderthal rupanya juga memiliki kapasitas otak yang hampir sama dan bahkan memiliki kecerdasan setara dengan homo sapiens.

Namun, sayangnya, dengan kecerdasan yang mereka miliki, itu tak cukup untuk mencegah mereka masuk ke dalam jurang kepunahan. Ada beberapa pendapat ilmiah mengenai kepunahan mereka. Pendapat yang paling menghebohkan tentu saja kepunahan neanderthal yang diakibatkan oleh invasi dan keberadaan homo sapiens.

Diperkirakan, selain melakukan perkawinan silang dengan neanderthal,  manusia homo sapiens juga bertanggung jawab terhadap kepunahan neanderthal.

3. Manusia purba dan persebarannya ke seluruh dunia
5 Ulasan Sains: Bagaimana Kehidupan Homo Sapiens dan Penyebarannya?

Menurut keterangan dalam laman Earth Sky, di zaman purba manusia sudah bisa melakukan migrasi dengan masif dan menetap dalam kurun waktu lama di zona wilayah yang baru.

Tentu saja di zaman purba belum ada sistem negara, pemerintahan, dan pengelompokan suku atau budaya yang beraneka ragam. Namun, migrasi dan penguasaan wilayah oleh manusia purba rupanya telah jamak dilakukan hingga di luar wilayah Afrika.

Menurut gambaran yang didapatkan melalui studi ilmiah, pada mulanya manusia purba Afrika melakukan migrasi lewat jalur Timur Tengah lalu menyebar lebih jauh ke utara hingga tanah Eropa. Nah, kerabat manusia purba lainnya, yakni neanderthal sudah mendiami kawasan Eropa sebelum kedatangan homo sapiens.

Sehingga ada dugaan kuat bahwa homo sapiens purba melakukan perkawinan silang dengan spesies manusia neanderthal. Bagaimana kesimpulan ini didapatkan? Lewat alur genetika dan keberadaan fosil di seluruh dataran Bumi bisa didapatkan sebuah kesimpulan sains mengenai cara-cara migrasi mereka. Para ahli berpendapat bahwa manusia purba Afrika sudah melakukan migrasi pada 125.000 – 300.000 tahun yang lalu.

4. Semakin cerdas dan berkembang, homo sapiens semakin menguasai dunia
5 Ulasan Sains: Bagaimana Kehidupan Homo Sapiens dan Penyebarannya?

Homo sapiens dan semua makhluk hidup di Bumi ini selalu berevolusi dan berkembang sesuai dengan jalur spesiesnya masing-masing. Namun, yang jadi pertanyaan: Mengapa hanya homo sapiens yang bisa menguasai dunia hingga saat ini?

Mengapa genus homo lainnya tidak bisa menjadi penyintas di alam layaknya homo sapiens? Ada beberapa jawaban logis mengenai hal ini. Homo sapiens merupakan spesies paling cerdas di muka Bumi, sehingga mereka dapat berpikir jauh ke depan untuk melanjutkan kehidupan mereka.

Bahkan, homo sapiens telah menjadi salah satu spesies yang bisa selamat dari berbagai macam bencana dan ganasnya alam liar, dilansir dalam New Historian. Karakter homo sapiens juga berbeda dengan organisme lainnya. Ya, manusia homo sapiens memiliki sifat yang tak pernah puas terhadap sesuatu dan itu sebabnya homo sapiens merupakan spesies yang paling masif dalam melakukan migrasi dan kolonisasi.

Karakter ini yang menjadi salah satu pembeda antara nenek moyang kita tersebut dengan neanderthal yang cenderung pasif. Dengan kecerdasan yang luar biasa, ditambah dengan naluri bertahan hidup yang sangat tinggi, membuat homo sapiens menjadi satu-satunya spesies puncak di ekosistem dunia.

Kecerdasan manusia juga membawa dampak besar bagi Bumi dan seluruh isinya, baik itu dampak positif maupun negatif.

5. Manusia purba sudah mengetahui dampak negatif dari perkawinan sedarah
5 Ulasan Sains: Bagaimana Kehidupan Homo Sapiens dan Penyebarannya?

Manusia purba rupanya sudah mengetahui risiko dan bahaya dari perkawinan sedarah. Menurut keterangan dari jurnal ilmiah dalam Psychological Science, manusia modern dan manusia purba memiliki sebuah kesamaan, yakni sistem psikologis yang akan mencegah mereka berhubungan seksual dengan kerabat sedarah.

Pembahasan sains yang juga diulas dalam laman Psychology Today tersebut juga menguatkan kesimpulan sains, bahwa hubungan seksual dengan kerabat sedarah akan menimbulkan risiko yang justru akan merugikan.

Seorang ilmuwan dan psikolog bernama Jonathan Haidt telah menemukan bukti-bukti kuat di alam bahwa secara sosial dan individu, manusia modern dan manusia purba telah menolak perkawinan dengan saudara sedarah.

Studi ini membentuk sebuah kesimpulan yang menyatakan bahwa manusia purba sudah mengetahui dan bahkan memahami dengan baik bagaimana risiko berbahaya dari perkawinan sedarah.

Mungkin inses atau hubungan sedarah pernah terjadi dan dianggap biasa di masa purba, namun itu tidak semuanya. Ada lebih banyak kelompok manusia purba yang menganggap bahwa inses adalah tabu dan tak pantas.

Itulah beberapa pandangan sains mengenai kehidupan yang dulu pernah dialami oleh manusia purba dan kerabat-kerabatnya. Ternyata, dengan kecerdasan dan karakternya, manusia bisa menguasai dunia hingga saat ini.