Inilah Mengapa Kita Lebih Kasihan ke Hewan daripada Manusia

Inilah Mengapa Kita Lebih Kasihan ke Hewan daripada Manusia

Inilah Mengapa Kita Lebih Kasihan ke Hewan daripada Manusia – Riset atau penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta. Ketika kita sedang menonton film aksi dan melihat ada adegan seorang pria dengan hewan peliharaan kecil lucunya melewati baku tembak.

Hewan peliharaan (juga disebut sebagai hewan timangan, atau piaraan) adalah hewan yang dipelihara sebagai teman sehari-hari manusia. siapa yang lebih kamu khawatirkan untuk selamat? Kebanyakan orang akan menjawab hewan peliharaannya.

Kenapa begitu? Dilansir Daftar Poker777, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kita lebih berempati kepada hewan daripada sesama manusia dan berikut penjelasan lengkapnya!

1. Bagi kebanyakan orang, hewan peliharaan yang gak egois dan patuh tanpa syarat padamu itu lebih mudah disayangi daripada sesama manusia
Riset: Kita Lebih Kasihan ke Hewan daripada Manusia?

Sebuah tim peneliti dari Northeastern University Boston dan University of Colorado mempublikasikan penelitiannya ini dalam jurnal Society & Animals. Dari penelitian tersebut juga diketahui bahwa hanya anak-anak yang menunjukkan tingkat kepedulian pada hewan berdasarkan ukurannya, apakah masih ukuran bayi atau sudah tumbuh besar. Sedangkan orang dewasa gak memandang ukuran hewannya.

2. Korban penyiksaan orang dewasa mendapatkan respons perhatian jauh lebih sedikit daripada korban bayi atau hewan
Riset: Kita Lebih Kasihan ke Hewan daripada Manusia?

Penelitian ini melibatkan 256 mahasiswa tingkat sarjana. Mereka diberikan berita palsu soal penyiksaan terhadap bayi, hewan peliharaan dan orang dewasa. Hasil surveynya menunjukkan bahwa tingkat kepedulian mereka sama rata pada korban bayi dan hewan peliharaan, tapi nilainya berkurang jauh ketika korbannya adalah orang dewasa.

3. Kebanyakan responden wanita diketahui menaruh perhatian secara seimbang pada korban mana pun, sedangkan hampir semua responden pria menaruh perhatian mutlak pada korban bayi atau hewan
Riset: Kita Lebih Kasihan ke Hewan daripada Manusia?

Penelitian ini menemukan bahwa pola pikir kebanyakan orang adalah semakin gak berdayanya seorang/suatu korban, maka mereka semakin layak mendapat perhatian dan empati. Karena itulah tingkat empati pada hewan dan bayi dinilai sama tingginya, karena mereka dianggap gak berdaya dan gak memiliki cukup akal untuk berpikir jalan keluarnya.

4. Fenomena ini juga terlihat dalam contoh postingan media sosial yang menunjukkan orang kekurangan fisik yang bertahan hidup dan hewan kekurangan fisik yang juga bertahan hidup
Riset: Kita Lebih Kasihan ke Hewan daripada Manusia?

Walaupun semangat hidup mereka sama-sama bisa memotivasi kita, ternyata jumlah like/love, share atau komentarnya jauh lebih banyak yang hewan daripada yang manusia. Karena di bawah sadar, orang akan cenderung lebih tersentuh pada yang lebih memiliki keterbatasan untuk bertahan. Dalam hal ini, hewan dinilai kebanyakan orang lebih memiliki keterbatasan dalam akal pikiran untuk memotivasi diri, karenanya lebih mendapatkan perhatian.

Riset: Kita Lebih Kasihan ke Hewan daripada Manusia?

Dengan fakta penelitian ini, gak ada yang salah dengan kita sebagai manusia kok, karena kesimpulannya pun telah disampaikan. Justru kita perlu lega karena masih memiliki empati terhadap hewan maupun manusia. Jagalah perasaan itu dan tumbuhkanlah, karena itulah yang membuat kita lebih manusiawi.