Ini Penjelasan Kenapa Hewan Bisa infantisida Anaknya Sendiri

Ini Penjelasan Kenapa Hewan Bisa infantisida Anaknya Sendiri

Ini Penjelasan Kenapa Hewan Bisa infantisida Anaknya Sendiri – Infantisida adalah tindakan pembunuhan anak hewan oleh hewan dewasa dari spesies yang sama. Fenomena ini dikaji dalam bidang zoologi, terutama etologi. Sering diketahui bahwa dalam dunia hewan, beberapa induk bisa melakukan infantisida terhadap anak-anaknya. ]

Praktik infantisida telah ditemukan dalam banyak spesies hewan, terutama primata tetapi juga meliputi rotifera yang mikroskopik, serangga, ikan, amfibi, burung, dan mamalia. Apakah itu? Secara umum, infantisida diartikan sebagai tindakan pembunuhan yang dilakukan induk hewan terhadap anaknya sendiri.

Infantisida yang dipicu oleh konflik seksual terjadi ketika seekor hewan (biasanya jantan) membunuh anak hewan lain agar ia dapat berkawin dengan orang tua anak tersebut (biasanya induknya). Nah, Dirangkum dari poker88 asia live chat kenapa beberapa hewan tega melakukan hal tersebut? Hewan-hewan apa saja yang kerap melakukan infantisida? Yuk, simak artikelnya!

1. Infantisida sudah terbentuk di alam melalui evolusi
Kenapa Hewan Bisa Membunuh Anaknya Sendiri? Ini 5 Fakta Infantisida

Studi berjudul “The Evolution of Infanticide by Females in Mammals” yang diterbitkan dalam laman The Royal Society Publishing menyatakan bahwa infantisida dalam dunia hewan lebih dimungkinkan terjadi pada kelas mamalia dan ini ada sejak zaman purba.

Dalam dunia fauna, membunuh anak-anaknya yang baru lahir bisa diamati dalam kehidupan sosial mereka. Misalnya, banyak kasus infantisida yang terjadi di alam liar dan bahkan di penangkaran. Dalam evolusi, infantisida dimasukkan ke dalam salah satu metode seleksi alam.

2. Alasan kenapa banyak spesies hewan melakukan infantisida
Kenapa Hewan Bisa Membunuh Anaknya Sendiri? Ini 5 Fakta Infantisida

Well, memang akan lebih indah jika kita melihat anak-anak hewan bisa dirawat oleh induknya secara baik dan penuh kasih sayang. Infantisida barangkali akan menjadi pemandangan yang tak lazim dan bahkan mengerikan. Akan tetapi, infantisida justru dinilai sebagai cara spesies hewan dalam mempertahankan populasinya di alam.

Menurut laman Smithsonian Magazine, beberapa alasan ilmiah infantisida hewan adalah sebagai berikut:

  • Berhubungan dengan faktor reproduksi pada induk jantan. Biasanya, induk betina tidak akan kawin jika mereka merawat anak-anaknya. Di situlah naluri jantan dewasa bisa mengarah pada pembunuhan anak-anaknya sendiri.
  • Strategi induk jantan dalam mengurangi persaingan di alam liar. Itu sebabnya, dalam hal ini, pola infantisida dalam mamalia lebih mudah untuk dibaca oleh ilmuwan.
  • Adanya dominasi induk jantan sebagai alfa (pimpinan kelompok) yang secara tidak langsung memengaruhi perilaku mereka terhadap keturunannya.
  • Induk betina dan jantan melihat bahwa anaknya terlalu lemah untuk bertahan di alam liar. Hal ini menjadi penyebab paling banyak infantisida yang dilakukan oleh hewan.
  • Seleksi alam yang memang harus terjadi dari dalam. Dalam hal ini, seleksi alam tidak memandang apakah spesies tersebut kuat atau tidak. Prinsipnya, siapa pun yang fit (adaptif) terhadap alam, merekalah yang lulus seleksi alam.

Infantisida pada hewan masih menjadi bahan riset, studi, dan penelitian oleh ilmuwan satwa di dunia. Terkadang, butuh waktu yang sangat lama untuk mendapatkan hasil atau kesimpulan mengenai perilaku ini.

3. Spesies apa saja yang sering membunuh anaknya sendiri?
Kenapa Hewan Bisa Membunuh Anaknya Sendiri? Ini 5 Fakta Infantisida

Menurut studi, didapatkan fakta bahwa kelas mamalia dalam dunia hewan cukup sering melakukan infantisida. Namun, beberapa kelas lainnya macam serangga, ikan, amfibi, dan burung juga terbukti bisa melakukan hal ini terhadap anak-anaknya.

Ternyata, jawabannya sangat luas dan beragam. Mulai dari keluarga kucing (baik kucing rumahan maupun singa), simpanse, tikus, beruang, bangau, meerkat, kera babun, berang-berang, dan bahkan lumba-lumba bisa melakukannya.

4. Terkadang, hewan membunuh untuk bersenang-senang
Kenapa Hewan Bisa Membunuh Anaknya Sendiri? Ini 5 Fakta Infantisida

Seperti diulas dalam laman Wildlife Informer, beberapa spesies mamalia laut seperti paus pembunuh dan lumba-lumba bisa membunuh sesamanya yang lebih muda untuk tujuan bersenang-senang.

Lumba-lumba, misalnya, dapat dengan mudah membantai anaknya dengan dua tujuan. Pertama, lumba-lumba muda tersebut dianggap sebagai beban dalam kelompoknya. Kedua, pembunuhan dilakukan untuk tujuan hiburan alias bersenang-senang. Apakah tindakan ini menandakan adanya unsur psikopat dalam dunia hewan?

5. Hubungan antara infantisida dan kanibalisme
Kenapa Hewan Bisa Membunuh Anaknya Sendiri? Ini 5 Fakta Infantisida

Apakah perilaku ini berkaitan dengan kanibalisme? Pada dasarnya, keduanya memiliki arti yang sangat berbeda. Pada kasus infantisida, pembunuhan belum tentu berujung pada kanibalisme. Ada banyak hewan yang membunuh anak-anaknya dan tidak memakan mereka. Hal ini disebut sebagai infantisida murni tanpa kanibalisme.

Penyebab paling umum terjadinya kanibalisme dalam infantisida adalah pemenuhan nutrisi dan energi dari induk betina yang baru saja melahirkan anak-anaknya. Apalagi, jika induk melihat ada salah satu anaknya yang ia anggap paling lemah, maka induk betina tadi akan memangsa anaknya sebagai bagian dari seleksi alam.

Nah, itu tadi beberapa fakta sains mengenai infantisida, seleksi alam yang terjadi dari dalam populasi. Terlihat mengerikan, namun itulah yang harus terjadi dalam dunia fauna di alam liar. Semoga dapat memperkaya pengetahuan kamu, ya!