Begini Dampak Buruk Minimnya Ilmu Parenting dalam Keluarga

Begini Dampak Buruk Minimnya Ilmu Parenting dalam Keluarga

Begini Dampak Buruk Minimnya Ilmu Parenting dalam KeluargaParenting adalah ilmu yang berkaitan dengan cara mengasuh anak. Ketika sudah memiliki anak atau bahkan sebelum anak lahir, setiap pasangan harus haus akan ilmu ini. Setiap orang tua ingin melakukan yang terbaik bagi anaknya, mencukupi semua kebutuhannya juga membuat anak-anaknya bahagia ialah hal yang selalu ingin diwujudkan oleh orang tua.

Namun hal itu seringkali dilakukan oleh orang tua tanpa sadar dan melakukan hal-hal yang justru terkesan menghakimi menyakiti hati anak.

Karena orang tua hanya berpikir dari sudut pandang mereka sebagai orang dewasa yang  lebih berpengalaman dan mengerti akan semuanya, Dilansir dari Livechat Live22 Indonesia di sisi lain mempelajari ilmu parenting untuk mengerti dan memahami sudut pandang anak itu tidak mudah.

Hal ini akan berdampak pada hubungan keluarga yang merenggang perlahan karena permasalahan sepele yang tak kunjung mereda.

1. Anak merasa diabaikan

Terkadang hal sepele ini tidak disadari oleh orang tua dan membuat anak merasa tidak dihargai, kekecewaan itu akan membuat anak berpikir bahwa orang tuanya suka berbohong.

Untuk itu orang tua harus bisa memberi contoh yang baik bagi anak agar tidak membuat hubungan keluarga rusak hanya karena tindakan yang ceroboh, diabaikan secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak negatif pada anak karena mereka kurang kasih sayang terhadap keluarga.

2. Kekecewaan yang mendalam atas perlakuan orangtua

Memberikan kasih sayang dan membangun hubungan dekat dengan anak tidak bisa dilakukan hanya dengan memberi mereka hadiah dan ucapan selamat, jangan sampai anak kurang perhatian orang tua karena selalu sibuk dengan urusan pekerjaan.

Hal itu akan membuat anak kecewa dan akan mempengaruhi psikologis sebagai seorang anak yang tidak cukup kasih sayang orang tua.

3. Bersikap kasar dan keras kepala

Semarah apa pun orang tua kepada anaknya, jangan sampai berbicara dengan nada tinggi dan berteriak, karena perlakuan seperti itu akan membuat mereka merasa ditolak dan tidak diinginkan keberadaannya.

Tindakan dan perkataan kasar orangtua akan memicu anak untuk berbuat hal yang kasar kepada orang lain termasuk orang tuanya sendiri.

4. Mencari pelarian di sela kesibukan

Keluarga ialah orang terdekat bagi setiap anak untuk berkeluh kesah dan menghabiskan waktunya setiap hari, karena orang tua adalah teladan dan contoh yang patut ditiru agar anak dapat terus berkembang dan mengasah pola pikirnya.

Sebagai orang tua harus bersikap konsisten dalam berkata dan bertingkah laku, karena dari orang tua mereka belajar segala hal tentang kehidupan.

5. Depresi berkepanjangan

Sebagai orang tua jangan biasakan untuk mengeluarkan kata-kata negatif kepada anak, karena anak memiliki daya ingat yang sangat besar untuk mengingat perkataan orang tua dalam hal negatif maupun positif. Apa yang orang tua pernah berikan pada anak, itulah yang akan mereka lakukan hingga dewasa.

Perkelahian dalam rumah tangga pun memiliki dampak negatif bagi anak, jika orang tua tak segera sadar akan hal ini anak akan merasakan beban mental yang berat dan depresi berkepanjangan.

Untuk itu ilmu parenting saat ini menjadi hal yang terpenting bagi orang tua agar mengerti dan dapat berkomunikasi kepada anak dalam hal penyampaian maupun mendengarkan apa yang mereka keluhkan.