Risiko yang Diterima Astronaut di Luar Angkasa Menurut Sains

Risiko yang Diterima Astronaut di Luar Angkasa Menurut Sains

Risiko yang Diterima Astronaut di Luar Angkasa Menurut Sains – Antariksawan (astronaut) adalah sebutan bagi orang yang telah menjalani latihan dalam program penerbangan antariksa manusia untuk memimpin, menerbangkan pesawat, atau menjadi awak pesawat antariksa. Istilah “astronaut” juga kadang digunakan untuk merujuk secara spesifik kepada antariksawan yang berasal dari Amerika Serikat atau negara sahabat.

Berbeda dengan seorang kosmonaut yang berasal dari Uni Soviet / Rusia. Kosmonaut pertama adalah Yuri Gagarin. Astronaut atau kosmonaut adalah sebutan bagi orang-orang yang dipilih untuk melakukan tugas, perjalanan, misi, dan penyelidikan di luar angkasa.

Biasanya, masing-masing negara maju di dunia memiliki astronautnya masing-masing dan mereka akan bekerja sama dengan Daftar Club388 negara lain untuk melakukan misi yang sama. Nah, dengan beratnya beban tugas yang diberikan pada mereka, tentunya risiko juga akan selalu mengintai para astronaut di luar sana.

1. Radiasi
Menurut Sains, 5 Risiko yang Diterima Astronaut di Luar Angkasa

Pada dasarnya, kita tidak akan pernah tahu sekuat dan sebanyak apa radiasi yang ada di luar Bumi. Itu sebabnya, persoalan radiasi menjadi salah satu risiko terbesar yang akan dihadapi oleh semua astronaut pada saat mereka bertugas di luar angkasa. NASA dalam laman resminya menyatakan bahwa seorang astronaut di luar angkasa bisa terpapar radiasi sebesar 2.000 mSv (Milli-Sievert).

Radiasi sebesar itu setara dengan 6.000 kali rontgen sinar-X di bagian dada. Itu sebabnya, tanpa perlindungan yang maksimal, astronaut sangat rentan terpapar radiasi mematikan yang mengakibatkan kanker, cacat organ dalam, dan mutasi genetik yang akan menyebabkan kelahiran bayi cacat. Radiasi sekitar Bumi yang dianggap berbahaya adalah sinar kosmik dan partikel Matahari.

2. Kecelakaan dan gagal sistem
Menurut Sains, 5 Risiko yang Diterima Astronaut di Luar Angkasa

Para astronaut juga rentan menghadapi kegagalan sistem di luar angkasa. Bahkan, sudah ada beberapa kecelakaan fatal yang merenggut nyawa mereka. Sejarah pernah mencatat dan menyaksikan secara langsung bagaimana tragisnya kecelakaan yang dialami oleh dua wahana NASA yang paling terkenal, yakni Challenger dan Columbia.

Musibah pesawat luar angkasa Challenger terjadi pada 28 Januari 1986 dan menewaskan tujuh awak astronaut di dalamnya. Sedangkan, musibah Columbia terjadi pada 1 Februari 2003 dan sama-sama menewaskan tujuh awak astronaut yang rencananya kembali pulang ke Bumi. Belum lagi jika melihat kecelakaan lainnya yang sama-sama menewaskan beberapa orang astronaut.

3. Dilatasi waktu
Menurut Sains, 5 Risiko yang Diterima Astronaut di Luar Angkasa

Apa itu dilatasi waktu? Menurut The University of Mississippi, secara sederhana dilatasi waktu bisa diartikan sebagai risiko atau konsekuensi logis dari keberadaan relativitas di dua ruang yang berbeda. Dengan kata lain, dalam ukuran mikro, semua astronaut di luar angkasa menjalani waktunya secara berbeda dengan waktu yang ada di Bumi.

Hal ini bisa terjadi karena pengaruh gaya gravitasi. Dalam teori relativitas Einstein, ruang dan waktu juga dipengaruhi oleh gravitasi dan para astronaut sudah membuktikannya. Apa dampaknya? Astronaut yang sudah lama melakukan misinya di luar angkasa, usianya menjadi lebih muda dibandingkan dengan usia saudara kembarnya di Bumi. Perbedaan usia ini bisa terjadi akibat dilatasi waktu.

4. Mikroorganisme asing
Menurut Sains, 5 Risiko yang Diterima Astronaut di Luar Angkasa

Pada 2020 lalu beberapa ilmuwan dan ahli astronomi menyatakan bahwa bakteri dan mikroorganisme lain sanggup hidup di luar angkasa, dilansir Smithsonian Magazine. Bahkan, ada beberapa golongan organisme mikro asing yang belum bisa diidentifikasi dan sudah “menyerang” stasiun luar angkasa ISS.

Belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai virus dan mikroorganisme yang sempat hadir di zona steril tersebut. Namun, beberapa pihak meyakini bahwa kehadiran mereka bisa menjadi salah satu ancaman yang mungkin membahayakan kesehatan para astronaut. Jika kekhawatiran beberapa ilmuwan tersebut terbukti, mungkin NASA dan badan antariksa lain harus memikirkan bagaimana menciptakan zona yang benar-benar aman dari bakteri.

5. Risiko tak terduga yang bisa terjadi di masa depan
Menurut Sains, 5 Risiko yang Diterima Astronaut di Luar Angkasa

Menurut sebuah jurnal sains Astronomy, lubang hitam yang jauh dari Bumi bisa dijadikan faktor risiko bagi astronaut di luar angkasa, tentu saja jika kita diizinkan berandai-andai tentang masa depan. Ya, di masa depan mungkin peradaban manusia sudah berada dalam tahap yang sangat maju dan bahkan sudah bisa melintasi tata surya atau galaksi.

Nah, jika astronaut terisap ke lubang hitam atau black hole, maka tak akan ada yang tahu bagaimana kelanjutannya. Bisa saja mereka mati dalam sekejap, atau mungkin tubuh mereka lenyap akibat kekuatan gravitasi yang sangat amat besar. Jika beruntung, astronaut yang masuk ke lubang hitam justru akan muncul di dimensi alam semesta lainnya, siapa tahu.

Bagaimana? Beberapa risiko yang dihadapi oleh astronaut memang cukup menantang dan bahkan sangat berbahaya, ya! Itu sebabnya, tidak semua orang bisa dan sanggup menjadi astronaut.