Lima Peninggalan Peradaban China Kuno yang Masih Dipakai

Lima Peninggalan Peradaban China Kuno yang Masih Dipakai

Lima Peninggalan Peradaban China Kuno yang Masih Dipakai – Peradaban memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan perkembangan manusia. Tiongkok merupakan negara yang besar, dengan ekonomi dan militer yang kuat. Untuk urusan teknologi, bangsa China sudah berlari lebih dulu dibandingkan dengan negara-negara di benua Asia.

Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang “kompleks”: dicirikan oleh praktik dalam pertanian, hasil karya dan pemukiman. Meski begitu, tampaknya orang China bukan hanya sukses di hari ini. Walau keberadaan mereka jarang disebutkan oleh sejarah, orang-orang China Kuno sebenarnya tidak kalah dari bangsa Romawi maupun Yunani Kuno.

Mereka bukan hanya ahli berdagang, orang-orang China di masa lalu juga berhasil menemukan banyak hal. Dilansir dari Daftar Poker777, berikut 5 warisan bangsa China Kuno yang masih kita gunakan hingga sekarang!

1. Kertas 
5 Warisan Peradaban China Kuno yang Masih Digunakan

Dulu, orang-orang terbiasa menulis sesuatu diatas batu dengan cara mengukirnya, bahkan orang Romawi Kuno sempat menggunakan lempengan logam atau tanah liat untuk menulis catatan. Semua berubah ketika akhirnya bangsa China menemukan kertas. Cikal bakal kertas pertama ditemukan oleh para arkeolog tahun 1957 di sebuah makam China yang berasal dari tahun 187 SM.

Tapi kertas yang paling mirip dengan yang kita gunakan berasal dari tahun 105 Masehi. Saat itu, seorang kasim istana Dinasti Han bernama Cai Lun menggabungkan kain linen, jaring ikan, dan kulit pohon murbei dan meleburnya menjadi satu dengan alkali hingga akhirnya berhasil membuatnya menjadi lembaran kertas.

2. Seismograf 
5 Warisan Peradaban China Kuno yang Masih Digunakan

Seismometer (bahasa Yunani: seismos: gempa bumi dan metero: mengukur) adalah alat atau sensor getaran, yang biasanya dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah. Hasil rekaman dari alat ini disebut seismogram. Untuk mengatasinya, seorang astronom dan matematikawan bernama Zhang Heng membuat sebuah alat untuk mengukur pergerakan Bumi, yang dia perkenalkan pada Istana Han pada tahun 132 Masehi.

Ketika gempa terjadi, pendulum akan bergerak, dan membuat naga menjatuhkan bola ke mulut katak yang terbuka lebar. Alat ini sebenarnya tidak memperingatkan gempa, melainkan memberitahu bahwa gempa telah terjadi di satu tempat. Namun alat inilah yang menginspirasi para ilmuwan untuk membuat seismograf yang kita gunakan hari ini.

3. Kompas 
5 Warisan Peradaban China Kuno yang Masih Digunakan

Selain menemukan kertas dan seismograf, Dinasti Han juga berhasil menemukan kompas. Kompas muncul di China antara tahun 206 SM hingga 220 SM. Tentu saja, kompas yang mereka gunakan tidak sama dengan kompas yang kita miliki.

Kompas pertama terbuat dari batu magnetik, dan karena orang China menganggap selatan sebagai arah mata angin mereka, batu magnetik ini dibuat untuk selalu menunjuk arah selatan. Penggunaan kompas batu bertahan  hingga abad ke 11.

Setelah abad 11, mereka mengganti batu dengan jarum. Sama seperti kertas, orang Eropa baru mengenal kompas sekitar tahun 1300 Masehi, atau ratusan tahun setelah orang-orang China menemukannya.

4. Teh 
5 Warisan Peradaban China Kuno yang Masih Digunakan

Kita sering minum teh, tapi jarang ada yang tahu darimana sesungguhnya minuman ini berasal. Teh pertama kali ditemukan di China. Dilansir Britannica, teh konon sudah dikonsumsi sejak tahun 2700 SM. Diawal penemuannya, orang China meminumnya sebagai obat. Tapi seiring berjalannya waktu, teh menjadi minuman yang umum dikonsumsi.

Ribuan tahun setelahnya, teh baru diperkenalkan pada dunia. Dimulai dari pengiriman 800 bibit teh ke Jepang tahun 1300-an, lalu pada abad 18 mulai menyebar ke Taiwan. Bibit teh sendiri dibawa ke Indonesia oleh orang Belanda pada tahun 1826, dan sejak itu teh mulai dikenal oleh banyak orang. Bukan hanya Belanda, tapi juga orang-orang Indonesia ikut mengkonsumsinya.

5. Bubuk mesiu 
5 Warisan Peradaban China Kuno yang Masih Digunakan

Bubuk mesiu atau bubuk hitam adalah bahan peledak yang terbuat dari campuran belerang, arang, dan kalium nitrat, yang membakar sangat cepat dan bahan pendorong pada senjata api dan kembang api. Uniknya, bahan peledak satu ini tidak ditemukan oleh tentara kerajaan, melainkan oleh para biksu.

Awalnya bubuk mesiu tidak digunakan sebagai bahan peledak, melainkan sebagai bahan untuk membuat obat. Baru pada abad ke 11, China mulai menggunakan bubuk mesiu pada senjata mereka.

Di masa teknologi belum sehebat sekarang, orang-orang China sudah menemukan banyak hal. Beberapa penemuannya bahkan bukan hanya bertahan tapi juga masih digunakan di zaman sekarang.