Hewan Purba yang Punah Karena Kehilangan Sumber Makanan

Hewan Purba yang Punah Karena Kehilangan Sumber Makanan

Hewan Purba yang Punah Karena Kehilangan Sumber Makanan Hewan purbakala adalah hewan yang hidup pada masa lampau dan sekarang telah punah. Biasanya hewan-hewan ini hanya dikenali dari sisa-sisa tulang belulangnya yang disebut fosil. Di zaman purba, ada begitu banyak spesies hewan yang memiliki ukuran tubuh yang besar. Bahkan, bobot tubuh mereka bisa mencapai puluhan hingga ratusan ton.

Kadang kala sejenis hewan purbakala dianggap telah punah, tetapi ternyata ditemukan masih hidup, maka hewan ini disebut fosil hidup, seperti ikan coelacanth. Tentu saja, mereka membutuhkan sumber makanan yang sangat banyak untuk bisa bertahan hidup di tengah ganasnya alam liar.

Sayangnya, semua spesies hewan bertubuh raksasa di masa purba harus punah akibat beberapa hal, salah satunya adalah minimnya makanan. Nah, Dilansir dari poker88 asia live chat inilah beberapa spesies hewan raksasa yang harus punah akibat kehilangan sumber makanan. Apa saja, ya? Yuk, disimak!

1. Titanoboa
5 Hewan Purba Raksasa yang Punah akibat Hilangnya Sumber Makanan

Titanoboa (Boa Titan) adalah genus ular yang hidup sekitar 60 hingga 58 juta tahun yang lalu pada periode Paleosen. Satu-satunya spesies dalam genus ini yang diketahui adalah Titanoboa cerrejonensis, ular terbesar yang pernah ditemui.

Dengan bobotnya yang masif, tentu Titanoboa menjadi predator yang sangat ditakuti di zamannya. Akan tetapi, justru dengan ukuran tubuhnya yang besar itu membuatnya rentan terhadap minimnya pasokan makanan. Terbukti, pada akhirnya, Titanoboa punah akibat kekurangan makanan.

2. Megalodon
5 Hewan Purba Raksasa yang Punah akibat Hilangnya Sumber Makanan

Megalodon, yang berarti “gigi besar”, adalah spesies hiu yang sudah punah. Hiu ini diperkirakan hidup sekitar 23 hingga 2,6 juta tahun yang lalu pada kala Miosen Awal hingga Pliosen Akhir. Sebelumnya hiu ini tergolong ke dalam famili Lamnidae, yang menyiratkan bahwa hiu ini berkerabat dekat dengan hiu putih (Carcharodon carcharias).

Dilansir LiveScience, fosil-fosil megalodon yang ditemukan oleh ilmuwan ternyata sudah berusia sekitar 15 juta tahun. Itu berarti, mereka telah hidup sejak zaman Miosen Tengah hingga Pliosen.

Sayangnya, akhir hidup dari megalodon cukup mengenaskan. Selain kalah bersaing dengan mamalia laut dalam hal mencari makanan, mereka tidak sanggup melanjutkan keturunan akibat berkurangnya populasi.

3. Diplodocus
5 Hewan Purba Raksasa yang Punah akibat Hilangnya Sumber Makanan

Diplodocus adalah genus dinosaurus sauropod diplodocid yang fosilnya pertama kali ditemukan pada tahun 1877 oleh S. W. Williston. Dinosaurus ini hidup di Amerika Utara barat pada akhir periode Jurassic.

Sayangnya, tanaman pun juga punya batasan dalam hal populasi. Sekitar 150 juta tahun lalu, diprediksi ada kejadian alam luar biasa yang menyebabkan banyak tanaman mati. Kemungkinan iklim berubah secara ekstrem dan memengaruhi pertumbuhan tanaman. Hal tersebut akhirnya menyebabkan Diplodocus punah akibat tidak adanya tanaman untuk dimakan.

4. Pterosaurus
5 Hewan Purba Raksasa yang Punah akibat Hilangnya Sumber Makanan

Pterosaurus, yang artinya “kadal bersayap” adalah suatu jenis “reptil terbang” dari cabang atau ordo Pterosauria yang telah punah. Mereka hidup dari akhir Trias sampai akhir masa Kapur (228 sampai 66 juta tahun yang lalu). Satu sayapnya diperkirakan memiliki lebar sepanjang 8–10 meter. Sementara, bobot tubuhnya mampu mencapai setengah ton.

Spesies karnivor terbang ini eksis di Bumi pada 70 juta tahun lalu di wilayah pedalaman yang hangat, dicatat oleh National Geographic. Sebetulnya, Pterosaurus bisa memakan daging apa saja, seperti serangga besar, ikan, reptil, dan bahkan jenis dinosaurus lain yang lebih kecil. Namun, Bumi pernah mengalami penurunan kadar oksigen yang menyebabkan sumber makanan mereka semakin langka.

5. Titanosaurus
5 Hewan Purba Raksasa yang Punah akibat Hilangnya Sumber Makanan

Titanosaurus adalah genus dinosaurus sauropoda yang meragukan, pertama kali dijelaskan oleh Richard Lydekker pada tahun 1877. Ia diketahui dari Formasi Maastrichtian Lameta di India dan mungkin juga dari Formasi Maastrichtian Marília Argentina.

Ada juga subspesies bernama Brachiosaurus yang memiliki bobot seberat 80 ton. Tentu saja mereka membutuhkan makanan yang cukup banyak untuk mengimbangi kebutuhan energi. Namun, nasib mereka sama seperti dinosaurus lainnya. Ukuran tubuh yang besar justru dianggap tidak ideal untuk menghadapi seleksi alam.

Itu tadi beberapa spesies hewan raksasa yang pernah eksis di zaman purba. Sayangnya, keberadaan mereka juga harus berakhir karena berkurangnya jumlah pasokan makanan. Semoga bisa memperkaya wawasanmu, ya!