Lima Buah-buahan yang Terancam Punah Akibat Perubahan Iklim

Lima Buah-buahan yang Terancam Punah Akibat Perubahan Iklim

Lima Buah-buahan yang Terancam Punah Akibat Perubahan IklimPerubahan Iklim adalah perubahan signifikan kepada iklim, suhu udara dan curah hujan mulai dari dasawarsa sampai jutaan tahun. Perlahan tapi pasti, perubahan iklim mengubah cara kita hidup. Ini memengaruhi kesehatan kita secara negatif dan menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada Bumi.

Perubahan iklim terjadi karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer yang menyebabkan efek gas rumah kaca. Perubahan iklim juga mengancam ketersediaan makanan karena mengubah kondisi spesifik yang dibutuhkan pertanian untuk berkembang.

Salah satu akibatnya, beberapa jenis buah favorit kita akan semakin langka bahkan terancam punah ke depannya. Dirangkum dari laman idn poker mobile, berikut buah-buahan yang terancam punah akibat perubahan iklim.

1. Alpukat
Akibat Perubahan Iklim, 5 Buah Favorit Kita Ini Terancam Punah

Avokad atau alpukat (Persea americana) adalah tumbuhan penghasil buah meja dengan nama sama. Tumbuhan ini berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah dan kini banyak dibudidayakan di Amerika Selatan dan Amerika Tengah sebagai tanaman perkebunan monokultur dan sebagai tanaman pekarangan di daerah-daerah tropika lainnya di dunia.

Masalahnya adalah, satu buah alpukat membutuhkan 72 galon air untuk tumbuh. Padahal, pasokan air di kedua negara itu tidak dapat bersaing dengan permintaan negara Amerika akan guacamole, hidangan khas Meksiko yang terbuat dari alpukat.

Kabar buruk tidak berakhir di situ. Permintaan alpukat yang besar dikombinasikan dengan kenaikan harga untuk mengekspornya bahkan telah memicu deforestasi secara cepat di hutan pinus Meksiko Tengah.

2. Stroberi
Akibat Perubahan Iklim, 5 Buah Favorit Kita Ini Terancam Punah

Stroberi atau tepatnya stroberi kebun (juga dikenal dengan nama arbei, dari bahasa Belanda aardbei) adalah sebuah varietas stroberi yang paling banyak dikenal di dunia. Seperti spesies lain dalam genus Fragaria (stroberi), buah ini berada dalam keluarga Rosaceae.

Cuaca yang lebih panas dari biasanya menyebabkannya penundaan pembungaan dan produksi stroberi di Florida sejak beberapa waktu lalu. Kondisi ini dapat memicu kelangkaan stroberi serta kenaikan harga. Kondisi yang lebih parah diprediksi akan terjadi di masa depan.

3. Pisang
Akibat Perubahan Iklim, 5 Buah Favorit Kita Ini Terancam Punah

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. Ă—paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Mereka pun waspada terhadap musim dingin yang dapat menghentikan produksi secara signifikan.

Cavendish, salah satu pisang paling populer menjadi mangsa penyakit yang disebut Tropical Race 4. Ini adalah penyakit jamur menular yang menyebabkan pohon pisang layu dan mati yang menjadi pemicu musnahnya banyak perkebunan pisang di seluruh dunia.

4. Kakao
Akibat Perubahan Iklim, 5 Buah Favorit Kita Ini Terancam Punah

Biji kakao atau biji coklat adalah biji buah pohon kakao yang telah melalui proses fermentasi dan pengeringan dan siap diolah. Biji kakao merupakan bahan dasar dari pembuatan coklat dan masakan tradisional Mesoamerika seperti tejate. Selain itu, jika kelembapannya tidak cukup tinggi atau jika tanahnya tidak cukup subur, kakao akan layu dan mati.

Sekarang ini, banyak perkebunan kakao berada di daerah yang suhu rata-ratanya menjadi lebih fluktuatif akibat perubahan iklim. Area tersebut jadi kurang cocok untuk pertumbuhan kakao. Akibatnya, produksi pun tidak menentu. Jika hal ini terus terjadi, produksi kakao dan hasil olahannya, cokelat, akan menurun

5. Anggur
Akibat Perubahan Iklim, 5 Buah Favorit Kita Ini Terancam Punah

Anggur merupakan tanaman buah berupa perdu merambat yang termasuk ke dalam keluarga Vitaceae. Buah ini biasanya digunakan untuk membuat jus anggur, jelly, minuman anggur, minyak biji anggur dan kismis, atau dimakan langsung.

Penurunan produksi ini juga akan memengaruhi pasokan wine di dunia. Petani anggur mungkin perlu mengeksploitasi keragaman 1.088 varietas anggur anggur lainnya dengan sungguh-sungguh agar dapat menghasilkan anggur premium untuk wine.

Jika kita terus hidup seperti sekarang, perubahan iklim dan dampaknya terhadap pertanian hanya akan terus memburuk. Akibatnya, kita mungkin harus mengucapkan selamat tinggal pada buah-buahan favorit kita dan produk olahannya.

Syukurilah semua makanan selagi masih ada. Bukan hanya itu, kita sebagai masyarakat umum juga harus ikut berperan dalam melestarikan lingkungan dan mencegah pemanasan global. Dengan begitu, kepunahan tersebut dapat dicegah.