Data Para Pengguna Facebook Kembali Tersebar di Internet

Data Para Pengguna Facebook Kembali Tersebar di Internet

Data Para Pengguna Facebook Kembali Tersebar di Internet – Facebook, Inc. adalah sebuah layanan jejaring sosial berkantor pusat di Menlo Park, California, Amerika Serikat yang diluncurkan pada bulan Februari 2004. Per September 2012, Facebook memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif, lebih dari separuhnya menggunakan telepon genggam.

Data pribadi lebih dari setengah miliar pengguna Facebook Inc muncul kembali di internet pada Sabtu (3/4/2021). Menurut Bloomberg yang mengutip Business Insider, data yang bocor itu berisi berbagai informasi pribadi dari 533 juta pengguna Facebook.

Data itu termasuk nomor telepon, ID Facebook, nama lengkap, lokasi, tanggal lahir, dan keterangan di bio. Dalam beberapa kasus, data juga memuat alamat Livechat Club388 email.

1. Facebook sebut ini isu lama

Data Pengguna Facebook Kembali Tersebar di Internet

Menurut juru bicara Facebook, data yang kembali muncul secara gratis di Internet tersebut merupakan masalah lama yang sudah ditangani.

“Ini adalah data lama yang sebelumnya dilaporkan pada 2019,” tulis juru bicara itu dalam pernyataannya melalui email.

“Kami menemukan dan memperbaiki masalah ini pada Agustus 2019,” tambahnya.

2. Sulit untuk dibersihkan

Data Pengguna Facebook Kembali Tersebar di Internet

Pada saat itu, ketika data penggunanya bocor, Facebook telah melakukan upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu melakukan pemeriksaan dalam teknologinya untuk menemukan masalah yang telah memungkinkan informasi bocor.

Namun, begitu data tersebut lolos dari jaringan Facebook, perusahaan memiliki kemampuan yang terbatas untuk menghentikan penyebarannya secara online.

3. Penemu data

Data Pengguna Facebook Kembali Tersebar di Internet

Alon Gal, kepala petugas teknologi firma intelijen kejahatan dunia maya Hudson Rock, adalah orang yang menemukan data itu lagi pada Sabtu.

Menurut Gal, data yang tersedia secara luas itu bisa dimanfaatkan orang untuk meraup keuntungan. Namun ia mengatakan hal itu akan membutuhkan waktu cukup lama untuk dapat dilakukan.

“Prosesnya terkadang memakan waktu bertahun-tahun, terkadang berhari-hari, tetapi pada akhirnya semua basis data pribadi bocor jika dijual,” katanya.

Kebocoran data itu mengancam model bisnis Facebook yang mengumpulkan banyak informasi pribadi dan menggunakannya untuk menjual iklan bertarget.

Sebagian besar pendapatan Facebook berasal dari periklanan. Microsoft adalah rekan eksklusif Facebook untuk melayani iklan spanduk, dan Facebook hanya melayani iklan yang masuk dalam inventaris iklan Microsoft. Menurut comScore, sebuah perusahaan riset pemasaran Internet, Facebook memperoleh data dari pengunjung sama banyaknya dengan Google dan Microsoft, namun sedikit kurang dari Yahoo! .

Tahun 2010, tim keamanan Facebook mulai memperluas upayanya untuk mengurangi risiko privasi pengguna. Pada 6 November 2007, Facebook meluncurkan Facebook Beacon yang kemudian menjadi usaha gagal untuk beriklan kepada teman pengguna menggunakan cara “apa yang dibeli teman”.