Berikut Lima Laba-Laba Beracun yang Ada di Australia

Berikut Lima Laba-Laba Beracun yang Ada di Australia

Berikut Lima Laba-Laba Beracun yang Ada di Australia – Laba-laba adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap, dan tak memiliki mulut pengunyah. Australia menjadi salah satu tetangga Indonesia yang cukup akrab. Selain dikenal sebagai rumah bagi Suku Aborigin, Australia juga dikenal sebagai rumah dari beragam hewan eksotis.

Semua jenis laba-laba digolongkan ke dalam ordo Araneae; dan bersama dengan kalajengking, ketonggeng, tungau —semuanya berkaki delapan— dimasukkan ke dalam kelas Arachnida. Sayangnya tidak semua hewan asal Australia ramah untuk didekati, dan laba-laba jelas merupakan salah satunya.

Ada banyak spesies laba-laba yang hidup di Australia. Yang berbahaya, beberapa diantaranya dikenal memiliki racun yang bukan hanya ampuh melukai tapi juga membunuh dalam waktu hitungan menit. Dilansir download aplikasi poker apk, berikut lima laba-laba paling berbahaya yang hidup di Australia!

1. Sydney Funnel-Web 
5 Laba-Laba Paling Berbahaya yang Hidup di Australia 

Laba-laba jaring corong Sydney adalah spesies laba-laba mygalomorph berbisa yang berasal dari Australia timur, biasanya ditemukan dalam radius 100 km dari Sydney. Ini adalah anggota dari kelompok laba-laba yang dikenal sebagai laba-laba jaring corong Australia.

Saat seekor Sydney Funnel-Web berhasil menggigit manusia, mereka akan menyuntikkan senyawa mematikan dalam jumlah banyak yang dapat menyebabkan  kesemutan, mata berair, berkeringat, kejang. Dan jika terus dibiarkan, racun Sydney Funnel-Web akan menyerang sistem saraf, dan menyebabkan kematian hanya dalam waktu 15 menit. Karena kemampuannya ini, tidak heran kalau Sydney Funnel-Web mendapat gelar sebagai laba-laba paling mematikan di dunia.

2. Redback Spider 
5 Laba-Laba Paling Berbahaya yang Hidup di Australia 

Latrodectus hasseltii atau Laba-laba punggung merah adalah spesies laba-laba sangat berbisa yang mendiami Australia, Asia Tenggara, dan Selandia Baru. Laba-laba ini memiliki garis merah di punggungnya, dengan garis merah untuk betina lebih gelap.

Namun karena ukuran taringnya yang kecil, bisa beracun mereka jarang mengakibatkan kematian. Meski begitu,  bisa Redback Spider dapat mempengaruhi sistem saraf yang menyebabkan rasa sakit yang parah, berkeringat, tubuh lemas, mual, dan muntah. Biasanya Redback Spider menyukai tempat yang sepi dan tenang seperti kotak pos, dan tempat-tempat terpencil lainnya.

3. Mouse Spider
5 Laba-Laba Paling Berbahaya yang Hidup di Australia 

Missulena adalah genus laba-laba mygalomorph dalam keluarga Actinopodidae, kadang-kadang disebut laba-laba tikus. Ini pertama kali dijelaskan oleh Charles Athanase Walckenaer pada tahun 1805. M. tussulena ditemukan di Chili, tetapi sisanya adalah asli Australia.

Namun, karena ukurannya hanya berkisar 10 mm hingga 35 mm, jumlah racun mereka sangat sedikit. Karena alasan itu juga, Mouse Spider jarang mengeluarkan bisa yang dia miliki. Mouse Spider dapat ditemukan di seluruh wilayah Australia, namun mereka menghindari wilayah perkotaan dan lebih memilih wilayah pinggiran kota.

4. Trap Door Spider 
5 Laba-Laba Paling Berbahaya yang Hidup di Australia 

Ctenizidae adalah keluarga kecil laba-laba mygalomorph yang membangun liang dengan pintu jebakan seperti gabus yang terbuat dari tanah, tumbuh-tumbuhan, dan sutra.

Biasanya ukuran betina lebih besar dari jantan, namun laba-laba jantan-lah yang lebih agresif dan suka menggigit ketika terancam. Gigitan Trap Door Spider memang tidak seberbahaya spesies lain, hanya saja gigitan mereka akan menimbulkan rasa sakit, bengkak, mual dan lesu.

5. White-Tailed Spider 
5 Laba-Laba Paling Berbahaya yang Hidup di Australia 

Laba-laba ekor putih adalah laba-laba asli Australia selatan dan timur, dan dinamakan demikian karena ujung keputihan di ujung perutnya. Ukuran tubuhnya mencapai 18 mm, dengan rentang kaki 28 mm. Spesies yang umum adalah Lampona cylindrata dan Lampona murina. Kedua spesies ini telah diperkenalkan ke Selandia Baru.

Biasanya White-Tailed berburu laba-laba yang berukuran lebih kecil darinya, meski begitu mereka juga tidak akan segan menggigit manusia dan mengeluarkan racun nekrosis jika diganggu. Gigitannya memang tidak sampai membunuh, tapi kamu akan merasa sakit pada bagian tubuh yang digigit, merasa gatal, dan juga perubahan warna kulit yang akan membaik setelah beberapa minggu.

Laba-laba mungkin berukuran sangat kecil, tapi bukan berarti mereka tidak berbahaya sama sekali! Lima laba-laba paling berbahaya yang hidup di Australia ini contohnya. Meski ukurannya kecil, gigitan mereka nyatanya sanggup membuat manusia menderita bahkan menyebabkan kematian.